Dakwah nabi Muhammad SAW, di mekah dan medinah
Jumat, 29 November 2013
MAKALAH
DAKWAH NABI MUHAMMAD SAW SETELAH MENJADI RASUL
KELOMPOK 5 KELAS X IPA 3
NAMA ANGGOTA :
1.
CATUR HARYO PRASTOWO (08)
2.
HAFIDZ SETIYADI (14)
3.
RATMA WATI DEWI (25)
4.
SAVITRI PERMATA BUNDA PRATIWI (27)
5.
SEPTYA IKA SARI (28)
SMA NEGERI 7 PURWOREJO
JALAN KI. MANGUNKARSO 1 PURWOREJO
TAHUN AJARAN 2013 / 2014
Kata Pengantar
Penulis memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan nikmat dan rahmat-Nya. Sehingga penulis mampu menyelesaikan penyusunan makalah ini.
Tidak
lupa penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
mengumpulkan materi dan gambar.
Tujuan
dibuatnya makalah ini untuk meningkatkan pegetahuan dan ketaqwaan teman-teman
tentang Agama Islam.
Penulis telah berusaha menyusun makalah ini sebaik mungkin , tapi ada
pepatah “ tak ada gading yang tak retak ”. Demikiannya dengan makalah ini masih
banyak ditemui kekurangan.
Akhirnya penulis berharap makalah ini membawa manfaat untuk teman-teman dan
sebagai sumbangsih bagi dunia pendidikan.
Purworejo, 17 September 2013
Penulis
Daftar Isi
I.
Judul
1
II.
Kata Pengantar
2
III.
Daftar Isi
3
IV.
BAB 1 (Pembahasan dan Isi)
a. Pengangkatan Nabi Muhammad Saw Menjadi Rasul
4
b. Kondisi Masyarakat Sebelum Islam Disebar Luaskan
4
c. Misi Dakwah (Kerasulan) Nabi Muhammad SAW
5
d.Dakwah Rasulullah SAW pada periode Mekkah
5
e. Tantangan dan Hambatan Dakwah Nabi Periode
Mekkah
13
f. Dakwah Rasulullah SAW pada periode Medinah
16
g.
Sikap dan Perilaku
19
V.
BAB II (Kesimpulan)
a.
Kesimpulan
21
VI.
Daftar Pusaka
23
BAB I
PEMBAHASAN DAN ISI
I.
Pengangkatan
Nabi Muhammad Menjadi Rasul
Pengangkatan Muhammad sebagai nabi atau rasul Allah SWT, terjadi pada
tanggal 17 Ramadan, 13 tahun sebelum hijrah (610 M) tatkala beliau sedang
bertahannus di Gua Hira, waktu itu beliau genap berusia 40 tahun. Gua Hira
terletak di Jabal Nur, beberapa kilo meter sebelah utara kota Mekah.
Muhamad diangkat Allah SWT, sebagai nabi atau rasul-Nya ditandai dengan
turunnya Malaikat Jibril untuk menyampaikan wahyu yang pertama kali yakni
Al-Qur’an Surah Al-‘Alaq, 96: 1-5. Turunnya ayat Al-Qur’an pertama tersebut,
dalam sejarah Islam dinamakan Nuzul Al-Qur’an.
Menurut sebagian ulama, setelah turun wahyu pertama (Q.S. Al-‘Alaq: 1-5)
turun pula Surah Al-Mudassir: 1-7, yang berisi perintah Allah SWT agar Nabi
Muhammad berdakwah menyiarkan ajaran Islam kepada umat manusia.
Setelah itu, tatkala Nabi Muhammad SAW berada di Mekah (periode Mekah)
selama 13 tahun (610-622 M), secara berangsur-angsur telah diturunkan kepada
beliau, wahyu berupa Al-Qur’an sebanyak 4726 ayat, yang meliputi 89 surah.
Surah-surah yang diturunkan pada periode Mekah dinamakan Surah Makkiyyah.
II.
Kondisi Masyarakat Sebelum Islam Disebar Luaskan :
a. Kondisi
Kebudayaan (Positif) :
1)
Menghormati dan
Memuliakan Tamu
2)
Masyarakat dapat
meciptakan syair-syair yang terkenal
b. Kondisi
Kebudayaan (Negatif)
1)
Mengubur anak/bayi
perempuan yang masih hidup
2)
Tatakrama kurang baik ,
misalnya dalam cara makan dan minum
3)
Fanatisme kabilah begitu
kuat
III.
Misi Dakwah (Kerasulan) Nabi Muhammad SAW :
a)
Mendorong timbulnya
kesadaran umat manusia agar mau melakukan kegiatan belajar dan mengajar
b)
Melaksanakan kegiatan
belajar mengajar sepanjang hayat
c)
Mengeluarkan manusia
dari kehidupan dzulumat (kegelapan) kepada kehidupan yang
terang benderang.
d)
Memberantas sikap
Jahiliyah
e)
Menyelamatkan manusia
dari tepi jurang kehancuran yang disebabkan karena pertikaian
f)
Melakukan pencerahan
batin kepada manusia agar sehat rohani dan jasmaninya
g)
Menyadarkan manusia agar
tidak melakukan perbuatan yang menimbulkan bencana di muka bumi, seperti
permusuhan dan peperangan
IV.
Dakwah Rasulullah SAW pada periode
Mekkah
Masyarakat arab
jahiliyah pada periode mekah. Objek dakwah Rasulullah SAW pada awal kenabian
adalah masyarakat Arab Jahiliyah, atau masyarakat yang masih berada dalam
kebodohan. Dalam bidang agama, umumnya masyarakat Arab waktu itu sudah
menyimpang jauh dari ajaran agama tauhid, yang telah diajarkan oleh para rasul
terdahulu, seperti Nabi Adam A.S. Mereka umumnya beragama watsani atau agama
penyembah berhala. Berhala-berhala yang mereka puja itu mereka letakkan di
Ka’bah (Baitullah = rumah Allah SWT). Di antara berhala-berhala yang termahsyur
bernama: Ma’abi, Hubai, Khuza’ah, Lata, Uzza dan Manar. Selain itu ada pula
sebagian masyarakat Arab Jahiliyah yang menyembah malaikat dan bintang yang
dilakukan kaum Sabi’in.
Adapun ajaran Islam
periode Mekah, yang harus didakwahkan Rasulullah SAW di awal kenabiannya adalah
sebagai berikut:
a. Keesaan Allah SWT
b. Hari Kiamat sebagai hari pembalasan
c. Kesucian jiwa
d. Persaudaraan dan Persatuan
Tujuan dakwah Rasulullah SAW pada periode Mekah adalah agar
masyarakat Arab meninggalkan kejahiliyahannya di bidang agama, moral dan hokum,
sehingga menjadi umat yang meyakini kebenaran kerasulan nabi Muhammad SAW dan
ajaran Islam yang disampaikannya, kemudian mengamalkannya dalam kehidupan
sehari-hari.
Strategi dakwah
Rasulullah SAW dalam berusaha mencapai tujuan yang luhur tersebut sebagai
berikut:
1. Dakwah secara Sembunyi-sembunyi Selama 3-4 Tahun
Pada masa dakwah secara
sembunyi-sembunyi ini, Rasulullah SAW menyeru untuk masuk Islam, orang-orang
yang berada di lingkungan rumah tangganya sendiri dan kerabat serta sahabat
dekatnya. Mengenai orang-orang yang telah memenuhi seruan dakwah Rasulullah SAW
tersebut adalah: Khadijah binti Khuwailid (istri Rasulullah SAW, wafat tahun
ke-10 dari kenabian), Ali bin Abu Thalib (saudara sepupu Rasulullah SAW yang
tinggal serumah dengannya), Zaid bin Haritsah (anak angkat Rasulullah SAW), Abu
Bakar Ash-Shiddiq (sahabat dekat Rasulullah SAW) dan Ummu Aiman (pengasuh
Rasulullah SAW pada waktu kecil).
Abu Bakar Ash-Shiddiq
juga berdakwah ajaran Islam sehingga ternyata beberapa orang kawan dekatnya
menyatakan diri masuk Islam, mereka adalah:
۞ Abdul Amar dari Bani Zuhrah
۞ Abu Ubaidah bin Jarrah dari
Bani Haris
۞ Utsman bin Affan
۞ Zubair bin Awam
۞ Sa’ad bin Abu Waqqas
۞ Thalhah bin Ubaidillah.
Orang-orang yang masuk
Islam, pada masa dakwah secara sembunyi-sembunyi, yang namanya sudah disebutkan
d atas disebut Assabiqunal Awwalun (pemeluk Islam generasi awal).
2. Dakwah secara terang-terangan
Dakwah secara terang-terangan ini dimulai sejak tahun ke-4 dari kenabian, yakni setelah turunnya wahyu yang berisi perintah Allah SWT agar dakwah itu dilaksanakan secara terang-terangan. Wahyu tersebut berupa ayat Al-Qur’an Surah As Syu’araa’ (QS 26) ayat 214-216.
[26:214] Dan berilah peringatan kepada
kerabat-kerabatmu yang terdekat,
وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
[26:215] dan rendahkanlah dirimu terhadap
orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman.
فَإِنْ عَصَوْكَ فَقُلْ إِنِّي بَرِيءٌ مِّمَّا تَعْمَلُونَ
[26:216] Jika mereka mendurhakaimu maka
katakanlah: “Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu
kerjakan”;
وَتَوَكَّلْ عَلَى الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ
Tahap-tahap dakwah
Rasulullah SAW secara terang-terangan ini antara lain sebaga berikut:
Mengundang kaum kerabat
keturunan dari Bani Hasyim, untuk menghadiri jamuan makan dan mengajak agar
masuk Islam. Walau banyak yang belum menerima agama Islam, ada 3 orang kerabat
dari kalangan Bani Hasyim yang sudah masuk Islam, tetapi merahasiakannya.
Mereka adalah Ali bin Abu Thalib, Ja’far bin Abu Thalib, dan Zaid bin Haritsah.
Rasulullah SAW
mengumpulkan para penduduk kota Mekah, terutama yang berada dan bertempat
tinggal di sekitar Ka’bah untuk berkumpul di Bukit Shafa.
Pada periode dakwah
secara terang-terangan ini juga telah menyatakan diri masuk Islam dari kalangan
kaum kafir Quraisy, yaitu: Hamzah bin Abdul Muthalib (paman Nabi SAW) dan Umar
bin Khattab. Hamzah bin Abdul Muthalib masuk Islam pada tahun ke-6 dari kenabian,
sedangkan Umar bin Khattab (581-644 M).
Rasulullah SAW menyampaikan seruan
dakwahnya kepada para penduduk di luar kota Mekah. Sejarah mencatat bahwa
penduduk di luar kota Mekah yang masuk Islam antara lain:
۞ Abu Zar Al-Giffari, seorang tokoh
dari kaum Giffar.
۞ Tufail
bin Amr Ad-Dausi, seorang penyair terpandang dari kaum ........Daus.
۞ Dakwah Rasulullah SAW terhadap
penduduk Yastrib (Madinah).
Gelombang
pertama tahun 620 M, telah masuk Islam dari suku Aus dan Khazraj sebanyak 6
orang. Gelombang kedua tahun 621 M, sebanyak 13 orang, dan pada gelombang
ketiga tahun berikutnya lebih banyak lagi. Diantaranya Abu Jabir Abdullah bin
Amr, pimpinan kaum Salamah.
Pertemuan umat Islam
Yatsrib dengan Rasulullah SAW pada gelombang ketiga ini, terjadi pada tahun
ke-13 dari kenabian dan menghasilkan Bai’atul Aqabah. Isi Bai’atul Aqabah
tersebut merupakan pernyataan umat Islam Yatsrib bahwa mereka akan melindungi
dan membela Rasulullah SAW. Selain itu, mereka memohon kepada Rasulullah SAW
dan para pengikutnya agar berhijrah ke Yatsrib.
3. Reaksi Kaum Kafir Quraisy terhadap Dakwah Rasulullah SAW
Prof. Dr. A. Shalaby
dalam bukunya Sejarah Kebudayaan Islam, telah menjelaskan sebab-sebab kaum
Quraisy menentang dakwah Rasulullah SAW, yakni:
Kaum kafir Quraisy,
terutama para bangsawannya sangat keberatan dengan ajaran persamaan hak dan
kedudukan antara semua orang. Mereka mempertahankan tradisi hidup
berkasta-kasta dalam masyarakat. Mereka juga ingin mempertahankan perbudakan,
sedangkan ajaran Rasulullah SAW (Islam) melarangnya.
Kaum kafir Quraisy
menolak dengan keras ajaran Islam yang adanya kehidupan sesudah mati yakni
hidup di alam kubur dan alam akhirat, karena mereka merasa ngeri dengan siksa
kubur dan azab neraka.
Kaum kafir Quraisy menilak ajaran Islam
karena mereka merasa berat meninggalkan agama dan tradisi hidupa bermasyarakat
warisan leluhur mereka. Dan, kaum kafir Quraisy menentang keras dan berusaha
menghentikan dakwah Rasulullah SAW karena Islam melarang menyembah berhala.
Usaha-usaha kaum kafir
Quraisy untuk menolak dan menghentikan dakwah Rasulullah SAW bermacam-macam
antara lain:
۞ Para budak yang telah masuk
Islam, seperti: Bilal, Amr bin Fuhairah, Ummu Ubais an-Nahdiyah, dan anaknya
al-Muammil dan Az-Zanirah, disiksa oleh para pemiliknya (kaum kafir Quraisy) di
luar batas perikemanusiaan.
۞ Kaum kafir Quraisy
mengusulkan pada Nabi Muhammad SAW agar permusuhan di antara mereka dihentikan.
Caranya suatu saat kaum kafir Quraisy menganut Islam dan melaksanakan
ajarannya. Di saat lain umat Islam menganut agama kamu kafir Quraisy dan
melakukan penyembahan terhadap berhala.
Dalam menghadapi
tantangan dari kaum kafir Quraisy, salah satunya Nabi Muhammad SAW menyuruh 16
orang sahabatnya, termasuk ke dalamnya Utsman bin Affan dan 4 orang wanita
untuk berhijrah ke Habasyah (Ethiopia), karena Raja Negus di negeri itu
memberikan jaminan keamanan. Peristiwa hijrah yang pertama ke Habasyah terjadi
pada tahun 615 M.
Suatu saat keenam belas
orang tersebut kembali ke Mekah, karena menduga keadaan di Mekah sudah normal
dengan masuk Islamnya salah satu kaum kafir Quraisy, yaitu Umar bin Khattab.
Namun, dugaan mereka meleset, karena ternyata Abu Jahal labih kejam lagi.
Akhirnya, Rasulullah SAW
menyuruh sahabatnya kembali ke Habasyah yang kedua kalinya. Saat itu, dipimpin
oleh Ja’far bin Abu Thalib.
Pada tahun ke-10 dari
kenabian (619 M) Abu Thalib, paman Rasulullah SAW dan pelindungnya wafat. Empat
hari setelah itu istri Nabi Muhammad SAW juga telah wafat. Dalam sejarah Islam
tahun wafatnya Abu Thalib dan Khadijah disebut ‘amul huzni (tahun duka cita).
4. Perubahan
Masyarakat Mekkah Setelah Masuknya Islam
a. Sejak saat Nabi
Muhammad menyebarkan agama Islam di Mekkah banyak orang yang pada saat itu
masih menganut kepercayaan watsani berbondong-bondong masuk ke Islam. Hal ini menyebabkan
beberapa perubahan yang terjadi di Mekkah , antara lain :
Bangsa Arab yang semula sangat
gemar melantunkan dan mendengarkan syair-syair para penyair di pasar Ukaz pada
zaman Islam, mereka asik membaca Qur'an siang dan malam
Kebiasaan meratap yang sering
dilakukan pada masa jahiliah mereka tinggalkan.Karena agama Islam telah
melarang perbuatan meratap
Pada zaman Islam,bangsa Arab juga
telah merubah kebiasaan mereka yang suka membunuh anak perempuan yang baru
lahir.
Terhapusnya sistem perbudakan
karena dalam Islam semua orang memiliki hak yang sama.
Adanya pengaturan terhadap
pernikahan.Sehingga kebiasaan mengawini janda bekas ayah yang dilakukan oleh
masyarakat jahiliah dilarang.
b. Dari segi
perubahan terlihat jelas masyarakat Mekkah tidak lagi meyembah berhala , bulan
, maupun matahari.
5.
Meneladani Dakwah Nabi
Muhammad beserta Sahabatnya
a. Jika
saja setiap orang mau jujur ketika ditanya siapa orang yang layak dan pantas
dijadikan panutan hidup dalam sepanjang sejarah peradaban manusia sejak nabi
Adam hingga sekarang, maka tentu jawabannya adalah Muhammad bin Abdullah yakni
Nabiyullah sekaligus Rasul-Nya. Baik jika yang ditanya itu Non Muslim dan
terlebih lagi yang beragama Islam.
b. Misalnya,
Michael H. Hart (seorang non Muslim) yang menempatkan Rasulullah sebagai
manusia pertama dalam buku yang berjudul “Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh
dalam Sejarah manusia”. Atau kita bisa melihat beberapa pengakuan para pemikir
barat tentang Nabi Muhammad SAW, diantaranya :
Muhammad adalah suatu
jiwa yang bijaksana dan pengaruhnya dirasakan dan tak akan dilupakan oleh orang
orang di sekitarnya.” (Diwan Chand Sharma, seorang sarjana beragama Hindu,
dalam bukunya The Prophets of the East (Nabi-nabi dari Timur), Calcutta 1935,
halaman 122.)
Empat tahun setelah
kematian justinian, 569 m, lahir di Makkah di tanah Arab, seorang yang
memberikan pengaruh yang terbesar bagi umat manusia. Orang itu adaIah …Muhammad
…. ” (John William Draper, M.D., LLD., dalam bukunya A History of the
Intellectual Development of Europe (Sejarah Perkembangan Intelektual di Eropa),
London 1875.)
“Saya ragu apakah ada
orang lain yang bisa merubah kondisi manusia begitu besar seperti yang
dilakukan oleh dia (Muhammad SAW).” (R.V.C. Bodley dalam The Messenger (Sang
Utusan), London 1946, halaman 9.).
Saya telah mempelajari
dia (Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam) laki-laki yang luar biasa dan
menurut saya, terlepas dari pemikiran anti kristen, dia adalah penyelamat umat
manusia.” (George Bernard Shaw dalam The Genuine of Islam (Islam yang Murni),
volume I no. 81936).
“Dengan sebuah
keberuntungan yang sangat unik dalam sejarah, Muhammad adalah pendiri dari
suatu negara, suatu kerajaan dan suatu agama.” (R.Bosworth-Smith dalam Mohammed
and Mohammedanism, 1946)
“Muhammad adalah
pribadi religius yang paling sukses” (Encyclopedia Britannica, edisi ke-11)
b.
Itulah beberapa
pengakuan dari orang-orang yang jujur dalam memberikan sebuah penilaian
terhadap kepemimpinan Rasulullah saw sebagai nabi dan Rasul, sebagai kepala
Negara, bahkan sebagai pemimpin di dalam rumah tangga beliau. Lantas, kenapa
kita masih tidak mau atau jarang menjadikan perjalanan hidup Rasulullah, baik
dakwah dan perjuangannya sejak dari Makkah hingga berhasil mendirikan Negara di
Madinah sebagai sebuah teladan bagi kita? Bukankah Allah SWT telah mengatakan
di dalam Al Qur’an bahwa di dalam diri Muhammad itu ada suri tauladan bagi kita
?
V.
Tantangan dan Hambatan Dakwah
Nabi Periode Mekkah
Ketika
Rasulullah mulai melancarkan kegiatan dakwahnya secara terang-terangan di
tengah-tengah tempat kafir Quraisy berkumpul, dan mengajak mereka untuk masuk
Islam, bahkan beliau melakukan shalat di sisi Ka'bah. Orang-orang kafir yang
tidak suka dengan ajaran Islam semakin membenci ajaran yang dibawa Nabi
Muhammad SAW. Lalu, kaum kafir Quraisy menghambat dan menghalangi dakwah
Rasulullah melalui berbagai cara diantaranya:
1.
Penghinaan,
Ancaman dan Siksaan terhadap Rasulullah SAW
Rasulullah dihina sebagai orang gila, tukang sihir, anak celaka dan lain-lain dengan sebutan penghinaan. Suatu saat Rasul pernah dilempari kotoran domba, rumah beliau juga dilempari sampah dan kotoran. Untuk mencelakakan beliau, pernah diletakkan duri yang tajam di depan rumahnya, juga tindakan-tindakan lain yang sangat menyakitkan.
Rasulullah dihina sebagai orang gila, tukang sihir, anak celaka dan lain-lain dengan sebutan penghinaan. Suatu saat Rasul pernah dilempari kotoran domba, rumah beliau juga dilempari sampah dan kotoran. Untuk mencelakakan beliau, pernah diletakkan duri yang tajam di depan rumahnya, juga tindakan-tindakan lain yang sangat menyakitkan.
2.
Penhinaan,
Ancaman dan Siksaan terhadap Pengikut Rasulullah SAW
Misalnya penghinaan dan penyiksaan yang ditimpakan kepada Bilal oleh majikannya. Ia dijemur di tengah terik matahari sambil dilempari batu. Tidak puas, majikannya pun mencambuknya dan menimpakan batu yang besar di tubuh bilal. Bilal kemudian diselamatkan oleh Abu Bakar dengan cara dibelinya dari majikannya dengan harga yang sangat tinggi. Contoh lain penyiksaan keji yang dilakukan kafir Quraisy adalah siksaan yang ditimpakan kepada Ayah dan ibu Ammar bin Yasir, mereka dibunuh dan bahkan ditusuk jantungnya oleh Abu Jahal. Sahabat lainnya yang mendapatkan perlakuan sama adalah Zamirah yang matanya dicungkil hingga buta. Kekejian mereka juga menyebabkan Hibab terbelah tubuhnya karena ditarik oleh dua ekor unta yang berlawanan arah.
Misalnya penghinaan dan penyiksaan yang ditimpakan kepada Bilal oleh majikannya. Ia dijemur di tengah terik matahari sambil dilempari batu. Tidak puas, majikannya pun mencambuknya dan menimpakan batu yang besar di tubuh bilal. Bilal kemudian diselamatkan oleh Abu Bakar dengan cara dibelinya dari majikannya dengan harga yang sangat tinggi. Contoh lain penyiksaan keji yang dilakukan kafir Quraisy adalah siksaan yang ditimpakan kepada Ayah dan ibu Ammar bin Yasir, mereka dibunuh dan bahkan ditusuk jantungnya oleh Abu Jahal. Sahabat lainnya yang mendapatkan perlakuan sama adalah Zamirah yang matanya dicungkil hingga buta. Kekejian mereka juga menyebabkan Hibab terbelah tubuhnya karena ditarik oleh dua ekor unta yang berlawanan arah.
3.
Bujukan
Harta, Kedudukan dan Wanita
Langkah ini dilakukan oleh kafir Quraiys dengan mengutus Utbah bin Rabi'ah untuk membujuk Rasulullah SAW dengan harta dengan janji berapapun Nabi meminta maka akan diberikan. Bahkan mereka membujuknya untuk menjadikan Nabi sebagai raja dan diiming-imingi wanita-wanita yang tercantik di seluruh Arab asalkan Rasulullah menghentikan kegiatannya menyebarkan agama Islam. Namun semuanya ditolak oleh Rasulullah.
Langkah ini dilakukan oleh kafir Quraiys dengan mengutus Utbah bin Rabi'ah untuk membujuk Rasulullah SAW dengan harta dengan janji berapapun Nabi meminta maka akan diberikan. Bahkan mereka membujuknya untuk menjadikan Nabi sebagai raja dan diiming-imingi wanita-wanita yang tercantik di seluruh Arab asalkan Rasulullah menghentikan kegiatannya menyebarkan agama Islam. Namun semuanya ditolak oleh Rasulullah.
4.
Membujuk
Nabi untuk Bertukar Sesembahan
Kafir Quraiys menawarkan kepada Nabi untuk saling bertukar sesembahan. Dimana mereka meminta Nabi untuk menyembah tuhan Latta dan Uzza dalam beberapa hari, untuk kemudian mereka bersedia menyembah Allah. Namun usaha ini ditolak Nabi melalui firman Allah dalam QS. Al-Kafirun ayat 1-3.
Kafir Quraiys menawarkan kepada Nabi untuk saling bertukar sesembahan. Dimana mereka meminta Nabi untuk menyembah tuhan Latta dan Uzza dalam beberapa hari, untuk kemudian mereka bersedia menyembah Allah. Namun usaha ini ditolak Nabi melalui firman Allah dalam QS. Al-Kafirun ayat 1-3.
5.
Membujuk
dan Memprovokasi Abu Thalib
Tindakan langsung terhadap Nabi selalu menghadapi kegagalan, maka kafir Quraisy mulai beralih untuk mempengaruhi dan membujuk paman Nabi (Abu Thalib) agar memerintahkan Nabi berhentik berdakwah. Mereka memprovokasi dengan memberikan ganti Rasulullah dengan seorang pemuda yang gagah dan ganteng, dengan syarat Abu Thalib tidak menghalangi mereka membunuh Nabi. Namun usaha mereka ditolak mentah-mentah oleh Abu Thalib. Provokasi lainya adalah membujuk Abu Thalib dengan pernyataan bahwa Nabi telah membawa ajaran yang bertentangan dengan ajaran para pendahulu dan nenek moyang bangsa Arab. Taktik ini juga gagal. Bahkan Nabi mengatakan: "Senadainya matahari di letakkan di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku, aku tidak akan berhenti menyampaikan dakwah sehingga berhasil atau aku mati karenanya".
Tindakan langsung terhadap Nabi selalu menghadapi kegagalan, maka kafir Quraisy mulai beralih untuk mempengaruhi dan membujuk paman Nabi (Abu Thalib) agar memerintahkan Nabi berhentik berdakwah. Mereka memprovokasi dengan memberikan ganti Rasulullah dengan seorang pemuda yang gagah dan ganteng, dengan syarat Abu Thalib tidak menghalangi mereka membunuh Nabi. Namun usaha mereka ditolak mentah-mentah oleh Abu Thalib. Provokasi lainya adalah membujuk Abu Thalib dengan pernyataan bahwa Nabi telah membawa ajaran yang bertentangan dengan ajaran para pendahulu dan nenek moyang bangsa Arab. Taktik ini juga gagal. Bahkan Nabi mengatakan: "Senadainya matahari di letakkan di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku, aku tidak akan berhenti menyampaikan dakwah sehingga berhasil atau aku mati karenanya".
6.
Memprovokasi
Masyarakat Mekkah
Upaya lain yang dilakukan kafir Quraisy untuk merintangi dakwah Nabi adalah dengan memempengaruhi masyarakat Quraisy untuk tidak mendengarkan dakwah atau bacaan-bacaan al-Qur'an, karena disebutkan oleh mereka sebagai jampi-jampi yang membuat mereka tertenung. Selain itu, mereka juga mengancam untuk tidak segan-segan membuat mereka sengsara atau bahkan dibunuh jika mengikuti ajaran Nabi
Upaya lain yang dilakukan kafir Quraisy untuk merintangi dakwah Nabi adalah dengan memempengaruhi masyarakat Quraisy untuk tidak mendengarkan dakwah atau bacaan-bacaan al-Qur'an, karena disebutkan oleh mereka sebagai jampi-jampi yang membuat mereka tertenung. Selain itu, mereka juga mengancam untuk tidak segan-segan membuat mereka sengsara atau bahkan dibunuh jika mengikuti ajaran Nabi
7.
Pengasingan
dan Pemboikotan Bani Hasyim dan Bani Muthallib
Upaya ini merupakan upaya yang sangat menyengsarakan kaum Muslimin. Kafir Quraisy melarang siapapun untuk berinteraksi dengan Bani Hasim dan Bani Mutahllib, melakukan transaksi jual beli, menikahi atau dinikahi, menengok yang sakit atau menolong mereka. Pemboikotan ini dituliskan dalam selembar pengemumuman yang ditempelkan di pintu gerbang masuk Ka'bah, sehingga semua orang tahu dengan ancaman berat bagi mereka yang melanggarnya.
Upaya ini merupakan upaya yang sangat menyengsarakan kaum Muslimin. Kafir Quraisy melarang siapapun untuk berinteraksi dengan Bani Hasim dan Bani Mutahllib, melakukan transaksi jual beli, menikahi atau dinikahi, menengok yang sakit atau menolong mereka. Pemboikotan ini dituliskan dalam selembar pengemumuman yang ditempelkan di pintu gerbang masuk Ka'bah, sehingga semua orang tahu dengan ancaman berat bagi mereka yang melanggarnya.
8.
Mempengaruhi
Pimpinan Negara-negara Tetangga untuk Menolak Kehadiran Islam/Orang Islam
Ini dilakukan misalnya ketika sebagian sahabat Nabi hijrah ke Habsy. Kafir Quraisy datang menghadap raja mereka yang beragama Nashrani dan menjelaskan tentang ajaran Islam dengan tidak benar. Namun, ketika dikonfrontir dengan umat Islam yang dijurubicarai Ja'far, akhirnya mereka kalah dan raja Habysi memberikan jamainan keamanan kepada umat Islam untuk hidup tentram di negaranya.
Ini dilakukan misalnya ketika sebagian sahabat Nabi hijrah ke Habsy. Kafir Quraisy datang menghadap raja mereka yang beragama Nashrani dan menjelaskan tentang ajaran Islam dengan tidak benar. Namun, ketika dikonfrontir dengan umat Islam yang dijurubicarai Ja'far, akhirnya mereka kalah dan raja Habysi memberikan jamainan keamanan kepada umat Islam untuk hidup tentram di negaranya.
Demikian beberapa rintangan yang dihadapi Rasulullah dan para pengikutnya
ketika mendakwahkan ajaran Islam di Mekkah. Secara umum rintangan-rintangan
tersebut dapat dikategorikan kepada beberapa kategori:
·
rintangan bersifat fisik
·
rintangan bersifat psikis
·
rintangan bersifat provokatif
·
rintangan bersifat diplomatik
VI.
Dakwah Rasulullah SAW pada periode Medinah
1)
Akhir Periode Dakwah
Rasulullah Di Kota Mekah
Dengan berpindahnya Nabi
saw dari Mekkah maka berakhirlah periode pertama perjalanan dakwah beliau di
kota Mekkah. Lebih kurang 13 tahun lamanya, Beliau Beliau berjuang antara hidup
dan mati menyerukan agama Islam di tengah masyarakat Mekkah dengan jihad
kesabaran, harta benda, jiwa dan raga.
Sebelum memasuki
Yatsrib, Nabi saw singgah di Quba selama empat hari beristirahat, Nabi
mendirikan sebuah masjid quba dan masjid pertama dalam sejarah Islam. Tepat
pada hari Jumat 12 Rabiul awal tahun 1 Hijrah bertepatan pada 24 September 6 M.
Merekamendapat sambutan penuh haru, hormat, dan kerinduan diiringi puji-pujian
dari seluruh masyarakat Madinah. Nabi saw mengadakan shalat Jumat yang pertama
kali dalam sejarah Islam dan Beliaupun berkhotbah di hadapan muslimin Muhajirin
dan Anshar.
Sejak Saat itu, Kota
Yastrib berubah namanya menjadi Madinah Nabi (Madinah Rasul) selanjutnya kota
itu disebut Madinah. Orang-orang yang pindah atau hijrah mendapat sebutan kaum
Muhajirin artinya pendatang. Adapun penduduk asli disebut Anshar artinya
pembela. Adapun penduduk kota Madinah itu sendiri terdiri dari dua golongan
yang berbeda, yaitu
Golongan Arab yang
berasal dari selatan yang terdiri dari suku Aus dan Khazraj
Golongan yahudi, yaitu
orang-orang Israel yang berasal dari utara (Palestina). Kebiasaan orang-orang
Yahudi ini selalu membangga-banggakan diri pada penduduk asli dan sering
mengadu domba antara suku Aus dan Khazraj sekadar mengambil keuntungan dari
hasil penjualan senjatanya.
Peristiwa hijrah ini
amat penting artinya bagi Islam dan kaum muslim karena hijrahnya Nabi SAW dari
Mekah ke Madinah dijadikan sebagai awal permulaan tahun Hijriyah. Dengan
hijrahnya kaum muslim, terbukalah kesempatan bagi Nabi SAW untuk mengatur
strategi membentuk masyarakat muslim yang bebas dari ancaman dan tekanan.
Beberapa strategi dalam hal tersebut adalah mengadakan perjanjian saling
membantu antara kaum muslim dengan kaum nonmuslim dan membangun kerja sama,
baik dibidang poitik, ekonomi, sosial, serta dasar-dasar daulah Islamiyah.
Dakwah Rasulullah periode Madinah dapat mewujudkan masyarakat muslim di Madinah
yang adil dan makmur sehingga menjadi prototipe masyarakat ideal atau yang
sering disebut masyarakat madani. Beliau juga turut berjuang dalam memelihara
dan mempertahankan masyarakat yang dibinyanya itu dari segala macam tantangan,
baik yang berasal dari dalam maupun dari luar.
2) Substansi dan strategi dakwah Raslullah SAW. Periode Madinah
Adapun substansi dan
strategi dakah Rasulullah saw antara lain:
a)
Membina masyarakat Islam
melalui pertalian persaudaraan antara kaum Muhajirin dengan kaum Anshar. Kaum
Muhajirin yang jauh dari sanak keluarga dan kampung halaman mereka
dipersaudarakan dengan kaum Anshar secara ikhlas dan hanya mengharap keridaan
Allah SWT. Sebagai contoh, Abu Bakar dipersaudarakan dengan Harisah bin Zaid,
Jafar bin Abi Thalib dipersaudarakan dengan Mu’az bin Jabal, dan Umar bin
Khattab dipersaudarakan dengan Itbah bin Malik. Begitu seterusnya sehingga
setiap orang dari Kaum Anshar dipersaudarakan dengan kaum Muhajirin.
b)
Memellihara dan
mempertahankan masyarakat Islam Dalam upaya menciptakan suasana tentram dan
aman agar masyarakat muslim yang dibina itu dapat terpelihara dan bertahan,
Rasulullah SAW membuat perjanjian persahabatan perdamaian dengan kaum Yahudi
yang berdiam di kota Madinah dan sekitarnya. Tindakan ini belum pernah
dilakukan oleh nabi dan rasul sebelumnya. Isi perjanjiannya sebagai berikut :
c)
Meletakkan dasar-daar
politik ekonomi dan sosial untuk masyarakat Islam. Melalui wahyu yang turun di
kota Madinah dimana sebagian besar berkaitan dengan pembinaan hukum Islam, Nabi
Muhammad SAW dapat menetapkan dasar-dasar yang kuat bagi masyarakat muslim
dalam berbagai aspek kehidupan, baik di lapangan politik,ekonomi, sosial, dan
lain-lain.
Dengan diletakannya
dasar-dasar yang berkala ini masyarakat dan pemerintahan Islam dapat mewujudkan
nagari “ Baldatun Thiyibatun Warabbun Ghafur “ dan Madinah disebut “ Madinatul
Munawwarah ”.
3) Hikmah Sejarah Dakwah Rasulullah SAW. Periode Madinah
Hikmah sejarah dakwah Rasulullah SAW
antara lain :
1. Dengan persaudaraan yang telah dilakukan oleh kaum Muhajirin dan kaum
Anshardapat memberikan rasa aman dan tentram.
2. Persatuan dan saling menghormati antar agama
3. Menumbuh-kembangkan tolong menolong antara yang kuat dan lemah, yang kaya
dan miskin
4. Memahami bahwa umat Islam harus berpegang menurut aturan Allah swt
5. Memahami dan menyadaribahwa kita wajib agar menjalin hubungan dengan Allah
swt dan antara manusia dengan manusia.
6. Kita mendapatkan warisan yang sangat menentukan keselamatan kita baik di
dunia maupun di akhirat.
7. Menjadikan inspirasi dan motivasi dalam menyiarkan agama Islam.
8. Terciptanya hubungan yang kondusif
IV.
Sikap dan Perilaku
Sikap dan perilaku yang mencerminkan dakwah Rasulullah SAW
antara lain :
1.
Mengimani dengan
sebenar-benarnya bahwa Muhammad saw adalah rasul dan nabi penutup para nabi.
2.
Mencintai Rasullulah saw.
3.
Mensosialisasikan sunnah
Nabi saw.
4.
Gemar dan senang membaca
buku sejarah nabi-nabi.
5.
Memelihara silaturahmi
dengan sesama manusia.
6.
Berkunjung ke tanah suci
Mekkah atau Madinah untuk melihat/ menapak tilas perjuangan Nabi Muhammad saw.
7.
Mempelajari dan memahami
Al Quran dan hadis-hadisnya.
8.
Senantiasa berjihad
dijalan Allah.
9.
Aktif/ikut serta dalam
acara kepanitiaan untuk memperingati hari-hari besar Islam.
10. Merawat dan melestarikan tempat ibadah (masjid).
11. Menekuni dan mempelajari warisan Nabi saw
BAB 3
PENUTUP
I.
Kesimpulan
1. Pengangkatan Nabi Muhammad SAW. menjadi rasul
bersamaan dengan diturunkannya wahyu pertama pada malam 17 Ramadan/6 Augustus
611 M. di usianya ke-40 tahun
2. Dakwah Nabi Muhammad SAW. ketika di Mekkah secara
sembunyi dan terang-terangan.
3.
beberapa rintangan yang
dihadapi Rasulullah dan para pengikutnya ketika mendakwahkan ajaran Islam di
Mekkah. Secara umum rintangan-rintangan tersebut dapat dikategorikan kepada
beberapa kategori:
·
rintangan bersifat fisik
·
rintangan bersifat psikis
·
rintangan bersifat provokatif
·
rintangan bersifat diplomatik
4.
Sikap dan perilaku yang
mencerminkan dakwah Rasulullah SAW antara lain :
a.
Mengimani dengan
sebenar-benarnya bahwa Muhammad saw adalah rasul dan nabi penutup para nabi.
b.
Mencintai Rasullulah saw.
c.
Mensosialisasikan sunnah
Nabi saw.
d.
Gemar dan senang membaca
buku sejarah nabi-nabi.
e.
Memelihara silaturahmi
dengan sesama manusia.
f.
Berkunjung ke tanah suci
Mekkah atau Madinah untuk melihat/ menapak tilas perjuangan Nabi Muhammad saw.
g.
Mempelajari dan memahami
Al Quran dan hadis-hadisnya.
h.
Senantiasa berjihad
dijalan Allah.
i.
Aktif/ikut serta dalam
acara kepanitiaan untuk memperingati hari-hari besar Islam.
j.
Merawat dan melestarikan
tempat ibadah (masjid).
k.
Menekuni dan mempelajari
warisan Nabi saw
Daftar Pusaka
3. Kamal. Rahmat. Pedoman
Pendidikan Agama Islam dan Budi Perkerti.2013.Jakarta: Platinum Tiga
Serangkai.
Langganan:
Postingan (Atom)